Fish

Iklan

Sugeng Rawuh Teng Blog Kulo

Senin, 02 Juli 2012

10 Tips Bulan Madu ala Dua Ransel

Dina dan Ryan 'Dua Ransel' tak berhenti backpacking sejak tiga tahun lalu, hanya berdua saja. Bagi mereka ini adalah honeymoon tanpa batas waktu. Simak 10 tips bulan madu ala pasangan backpacker ini.

Bulan madu dengan cara backpacking bukanlah suatu hal yang mustahil. Jangankan terbatas waktu, Anda dan pasangan bisa saja bulan madu tanpa akhir seperti yang dilakukan Dua Ransel: Dina dan Ryan.

Digital Nomad, begitu mereka menyebut keberadaan mereka yang loncat sana, loncat sini dan bekerja dari tempat yang terserah mereka. Mulai 2009, mereka bulan madu dengan cara backpacking keliling dunia.

"Ini traveling 3 tahun boleh dianggap bulan madu kedua yang ga berujung, hahaha," kata Dina.

Selama perjalanan, bagaimana cara mereka menyikapi satu sama lain? detikTravel pada Kamis (28/6/2012) berbincang dengan duo backpacker ini. Simak 10 tips bulan madu ala Dina dan Ryan, agar perjalanan dan bulan madu tetap romantis.
1. Jangan ributkan hal remeh
Tak jarang pertengkaran disebabkan oleh hal remeh. Tapi karena terus dipermasalahkan, hal kecil ini menjadi besar dan akhirnya merugikan Anda dan pasangan.

"Ribut gara-gara detil kecil yang nggak mengganggu amat, itu nggak penting banget. Jadi bertengkar nggak jelas, suasana jadi nggak enak," kata Dina. Coba lebih sabar ya...

2. Privasi itu pentingBulan madu adalah saatnya Anda memisahkan diri dari keramaian. Carilah kamar dengan privasi maksimal. Tak melulu harus di hotel yang mahal, beberapa hostel murah pun menyediakan private room selain juga kamar model dorm alias barak. Menurut Dina, terlalu banyak orang di hotel, juga mengganggu kemesraan.

"Privasi itu penting untuk ketenangan batin," kata Dina.

3. Jangan saling menyalahkan
Walaupun direncanakan matang-matang, bulan madu terkadang tak berjalan sesuai rencana. Misalnya, tempat yang ingin didatangi tak seindah yang dibayangkan, padahal hasil keputusan Anda atau si dia. Kalau sudah begini, janganlah saling menyalahkan.

"Gampang mengatakan satu hal itu lebih baik daripada yang lain, kalau sudah terlanjur terjadi. Tapi saat mengambil keputusan, kan belum ketahuan. Hasilnya apa, nikmati sajalah berdua," jelas Dina.

4. Tersenyumlah!Ada badai di pantai favorit Anda berdua, jalan-jalan ke pedesaan malah nyasar, candle light dinner Anda rasanya tidak enak. Kalaupun ada hal yang tidak diinginkan saat bulan madu, jangan buru-buru kecewa. Tertawa saja bersama! Selalu ada hikmah di balik sebuah kisah. Semua akan indah pada waktunya.

"Banyak sisi romantisnya ketika menghadapi masalah bersama dengan senyuman lebar. Lihatlah sisi humornya," kata Dina.

5. Bangun lebih pagi, dan tampil sempurna untuk pasangan
Bayangkan Anda membuka mata di pagi hari, dan pasangan tiba-tiba sudah tampil cantik atau tampan. Ada perasaan terkejut sekaligus senang mengetahui pasangan Anda sudah siap menghabiskan hari bersama. Apalagi kalau ada acara spesial yang akan dihadiri oleh berdua.

"Ingin dandan? Bangun lebih pagi," kata Dina.

6. Makan sepiring berdua
Ini bukan lirik lagu dangdut. Makan sepiring berdua memang romantis! Hal ini juga menguntungkan bagi backpacker seperti pasangan Dua Ransel, karena bisa menghemat bujet traveling. Tapi intinya, makan sepiring berdua adalah momen yang mendatangkan rasa senang kepada Anda dan pasangan.

Kalau kata Dina, "Siapa sih, yang nggak senang berhemat? Karena dua-duanya senang, jadi semakin mesra."

7. Tetap punya 'Me Time'
Walaupun bulan madu adalah momen kebersamaan, bukan berarti Anda dan pasangan tak punya waktu untuk menyendiri. Eits, menyendiri dalam hal ini bukan berarti tak cinta, lho. Soalnya banyak hal yang Anda sukai namun kurang sreg bagi pasangan, juga sebaliknya.

Dina mengumpamakan, "Kadang lebih asyik bagi A kalau A pergi sendiri, daripada merasa tak enak karena B bosan. 'Me Time' bikin hati segar."

8. Pelajari hal baru bersama
Selain menghabiskan waktu berdua, tak ada salahnya Anda dan pasangan mencoba beragam hal baru. Panjat tebing, scuba diving, mountain biking, kenapa tidak? Aktivitas itu akan menumbuhkan kebahagiaan baru, saling mengenal kekuatan dan kelemahan masing-masing.

"Belajar mengatasi hal bersama. Ini menguatkan kekompakan, juga cinta," tutur Dina.

9. Belajar membagi tugas suami-istri
Pada hakikatnya, bulan madu adalah waktu untuk menjadi "kita", bukan "aku" seperti sebelumnya. Untuk mempersiapkan bulan madu, Anda dan pasangan membagi tugas sesuai peranan. Hal ini sebenarnya menjadi latihan awal untuk membagi tugas antara suami dan istri.

"Misalnya, Ryan pintar cari harga murah sementara Dina lebih ke browsing tentang lokasi yang dikunjungi. Ryan nggak akan meminta Dina untuk mencari deal-deal tersebut, karena akan buang-buang waktu dan tidak maksimal," jelas Dina.

10. Bicarakan bujet bersama-sama
Perencanaan bujet sangat krusial saat bulan madu, seperti juga uang memegang peran penting dalam pernikahan. Pastikan sampai batas mana bujet Anda dan pasangan. Hal ini juga menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan, misalnya belanja suvenir.

"Kalau salah satu belanjanya terlalu kalap, bisa diingatkan kalau nanti tidak cukup uang untuk beli tiket masuk museum," tutur Dina.

Contoh lain, lanjut Dina, pengalaman naik helikopter di atas gleyser. Luar biasa bukan? Namun harganya sangat mahal. Bicarakan dulu dengan pasangan, apakah pantas pengalaman ini untuk dilakukan berdua? Berapa uang yang harus keluar? Apa yang harus dikorbankan?

Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan mengomentari artikel ini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow by Email